LSMI Al-Istiqomah

SEJARAH

LSMI Al-Istiqomah pada mulanya bernama Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (FKMI) Al-Istiqomah yang berdiri pada tanggal 13 Mei 1993, kemudian berubah menjadi LSMI Al-Istiqomah pada tanggal 13 Mei 1999 untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

LSMI adalah Lembaga Studi Mahasiswa Islam, seperti namanya, “Lembaga Studi”, LSMI Al-Istiqomah memprioritaskan pelajaran dan pemahaman agama bagi para kader yang merupakan mahasiswa lama maupun mahasiswa baru di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Seperti yang menjadi slogan kami “Berilmu Sebelum Berkata dan Beramal”, Sebuah slogan yang dinukil dari perkataan salah seorang Imam besar kaum muslimin, Imam Al-Bukhori Rahimahullah, beliau berkata “Al-’Ilmu Qoblal Qouli Wal ‘Amali”, Ilmu Sebelum Berkata dan Beramal. Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah ta’ala “Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad: 19). Dari ayat yang mulia ini, Allah ta’ala memulai dengan ilmu sebelum seseorang mengucapkan syahadat, padahal syahadat adalah perkara pertama yang dilakukan seorang muslim ketika ia ingin menjadi seorang muslim, akan tetapi Allah mendahului syahadat tersebut dengan ilmu, hendaknya kita berilmu dahulu sebelum mengucapkan syahadat…, kalau pada kalimat syahadat saja Allah berfirman seperti ini maka bagaimana dengan amalan lainnya, tentunya lebih pantas lagi kita berilmu baru kemudian mengamalkannya. Ucapan ini beliau katakan ketika memberi judul suatu Bab di dalam kitab beliau “Shahihul Bukhari” dalam kitab Al-Ilmu. Dan inilah yang insyaAllah akan terus menjadi slogan bagi LSMI AL-Istiqomah.

“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, maka tidak ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [Al-Ahzab: 36]

Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:
“Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Dan tidak akan terpisah keduanya sampai keduanya mendatangiku di haudh (Sebuah telaga di surga, Pen.).” (HR. Imam Malik secara mursal (Tidak menyebutkan perawi sahabat dalam sanad) Al-Hakim secara musnad (Sanadnya bersambung dan sampai kepada Rasulullah ) – dan ia menshahihkannya-) Imam Malik dalam al-Muwaththa’ (no. 1594), dan Al-HakimAl Hakim dalam al-Mustadrak (I/172).

””