Monthly Archives: January 2018

RAPAT PLENO

WhatsApp Image 2018-01-18 at 20.11.10

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Diberitahukan kepada seluruh Pengurus LSMI Al-Istiqomah untuk hadir dalam agenda Rapat Pleno LSMI Al-Istiqomah Periode 2017/2018 pada:

Hari/Tgl: Sabtu, 20 Januari 2018 / 03 Jumadil Awal 1439 H
Waktu: 08.00 WIB – selesai
Tempat: Ruang Sidang FT Untan

Diharapkan kehadirannya.
Syukron Jazakumullahu Khairan.

TAFAKUR ALAM 1439 H

WhatsApp Image 2018-01-19 at 10.18.49

Assalamualaikum
Yok ramaikan, spesial untuk mahasiswa muslim fakultas teknik angkatan 2017!!! Gratisss
Pendaftaran Tafakur Alam 1439 H
☝waktu : 15 – 19 Januari 2018
☝ tempat : Mushola LSMI Al-Istiqomah
Buruan mendaftar jangan sampai terlambat. Dapatkan ilmu yang bermanfaat dan keseruan dari kegiatan Tafakur Alam ini.

Jazakumullah Khairan

Sebuah Nasihat: Yuk Tempuh Jalur yang Sesuai Syar’iat dalam Menghadapi UAS!

 

WhatsApp Image 2018-01-06 at 16.10.52

Bismillah

Tak terasa sebentar lagi para mahasiswa khususnya dilingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura akan menjalani Ujian Akhir Semester. Budaya jelek yang masih laris di tengah-tengah mahasiswa secara umum adalah menyontek atau membawa “kepekan” kertas berisi rangkuman saat masuk ke ruang ujian atau bahkan memanfaatkan teknologi yang ada seperti smartphone demi mempermudah untuk mencari jawaban dari soal yang ada.

Kiat-Kiat yang dapat dilakukan mahasiswa agar mendapatkan hasil ujian yang maksimal dan terhindar dari buruk nya perilaku mencontek:

[1]. Berdoalah kepada Allah meminta yang terbaik dalam hal apapun termasuk hasil ujian

Rasulullah sendiri mengajarkan kepada keponakannya yang masih kecil agar hanya meminta dan memohon kepada Allah, “Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Jika meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah” [Riwayat At Tirmidzi. Beliau berkomentar, “(Hadits ini) hasan shahih.”]
Jika anak kecil saja diajarkan seperti itu, bagaimana yang lainnya? Tentu lebih lagi.

Penuh yakinlah bahwa Allah akan kabulkan setiap do’a. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi no. 3479. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

[2]. Melakukan persiapan yang matang sebelum ujian misalnya, belajar jauh-jauh hari sebelum ujian, istirahat yang cukup, dan usaha lain yang dapat kita usahakan sesuai dengan syari’at

Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصاً وَتَرُوحُ بِطَاناً

“Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”[12]

Al Munawi mengatakan, ”Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali ketika sore dalam keadaan kenyang. Namun, usaha (sebab) itu bukanlah yang memberi rizki, yang memberi rizki adalah Allah Ta’ala. Hal ini menunjukkan bahwa tawakkal tidak harus meninggalkan usaha. Tawakkal haruslah dengan melakukan berbagai usaha yang akan membawa pada hasil yang diinginkan. Karena burung saja mendapatkan rizki dengan usaha. Sehingga hal ini menuntunkan pada kita untuk mencari rizki.”[13]

Burung saja dalam mencari rezeki perlu bersusah payah dengan mulai mencari makanan dari pagi hari dan kembali pada sore harinya, apalagi kita sebagai manusia yang Allah ciptakan kita dengan segala kesempurnaan-Nya, tentunya kita harus melakukan usaha yang lebih dibandingkan burung.

[3]. Setelah berusaha semaksimal mungkin, serahkan sisanya kepada Allah karena Allah Maha Tau mana yang terbaik bagi setiap hamba-Nya

Jalan meraih sukses dengan pasti adalah dengan bertakwa dan bertawakkal pada Allah subhanahu wa ta’ala. Ayat yang bisa menjadi renungan bagi kita bersama adalah firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

[4]. Jika gagal jangan mencela takdir Allah bangkitlah dan teruslah berusaha , teruslah berkhusnudzon kepada allah, karena disetiap takdir memiliki hikmah tersendiri bagi setiap hamba-Nya agar dapat dipetik pelajaran (ibrah)

Ketahuilah setiap yang terjadi di muka bumi ini sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh sejak 50.000 tahun yang lalu sebelum penciptaan langit dan bumi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

Jika seseorang mengimani takdir ini dengan benar, maka ia pasti akan memperoleh kebaikan yang teramat banyak. Ibnul Qayyim mengatakan, “Landasan setiap kebaikan adalah jika engkau tahu bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terjadi dan setiap yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.” (Al Fawaid, hal. 94) [4]

Yang Allah takdirkan tidaklah sia-sia. Pasti ada hikmah di balik itu semua. Allah Ta’ala berfirman,

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (115) فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ (116)

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.” (QS. Al Mu’minun: 115-116)

Sumber :
Gabungan beberapa artikel dari rumaysho.com dan muslim.or.id

Kajian Rutin Pembahasan Kitab Tauhid Al-Ushul Ats-Tsalatsah

WhatsApp Image 2018-01-03 at 13.22.43

Bismillahi wash-sholatu wassalamu’ala rosulillah wa ba’du.


Jika ditanyakan kepadamu : Apa tiga landasan utama yg wajib diketahui setiap orang ?
Jawabannya : Bahwa seorang hamba wajib mengenal Rabb-nya, agamanya dan Nabinya, Muhammad Shalallahu’alayhi wasallam

Alhamdulillah memasuki pekan ke 8, Kajian pembahasan kitab Al Ushulu Ats-Tsalatsah (3 landasan utama) yg wajib diketahui seorang muslim dan muslimah. Oleh Ustadz Abu Nasyitha Ridwan ~hafidzahullahu-. Insyaallah akan dilanjutkan kembali pembahasannya tentang  setiap muslim dan muslimah wajib mempelajari tiga hal yaitu seorang mengenal Rabb-nya, Agamanya, dan Nabinya, Muhammad Shalallahu’alayhi wasallam

☝pada hari kamis, 4 Januari 2018
☝pukul 16.00
☝di musholla Al-Istiqomah [FT UNTAN].

Insyaa Allah kami menyediakan buku terjemahan (al ushulu ats-tsalatsah = 3 landasan utama karya Syaikhul Islam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab) sebagai buku pegangan peserta kajian.

Jangan lupa akhi wa ukhty, untuk membawa buku pegangannya dan menghafal matan pada halaman 53 sampai halaman 51 (yg akan dilanjutkan pembahasannya insyaa Allah), yang bertuliskan arab. Insyaallah akan di cek hafalannya.

Jgn lupa bawa media untuk mencatat..

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wassalam bersabda : ”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR. Turmudzi)

Semoga Allah mudahkan jalan kita menuju majelis-majelis ilmu ^^ Jazaakumullahu khoyron.

Kajian ini diselenggarakan oleh Lsmi Al- Istiqomah
#silahkaninfokanke yang lain
#sebarkankebaikan
#BerilmuSebelumBerkatadanBeramal